Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm
<p style="text-align: justify;"><strong>Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat </strong>terdaftar dengan e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210617152198642" target="_blank" rel="noopener"><strong>2797-9423</strong></a> dan p-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210617262121011" target="_blank" rel="noopener"><strong>2797-9407</strong></a> menerbitkan artikel dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun metode pengabdian yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dapat diterapkan dalam mengembangkan dan membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. <strong>Bima Abdi</strong> menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan dan panduan yang ada dalam <a href="https://drive.google.com/uc?export=download&id=1BmDVUS1KZ37D3Y8br1viVv8A-DgXJnTU" target="_blank" rel="noopener"><strong><em>template</em></strong> </a>yang sudah disediakan oleh pengelola dalam website ini<strong>. </strong><strong>Bima Abdi</strong> merupakan jurnal <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1hpSv7XkBxAgs7L1XJ4vJiXtFng7ptBcY/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Terakreditasi Sinta 5</a></strong>, terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan <strong>F</strong><strong>ebruari, Mei, Agustus, dan November</strong>.<strong> </strong></p>Yayasan Pendidikan Bima Berilmuen-USBima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat2797-9407Optimalisasi Pengembangan UMKM dan Edukasi Lingkungan sebagai Wujud Pengabdian Mahasiswa KKN di Kelurahan Panunggangan Barat
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3050
<p>Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan minimnya penerapan digitalisasi pembayaran dan media promosi UMKM, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Kelurahan Panunggangan Barat. Sebagian pelaku UMKM belum memanfaatkan pembayaran digital QRIS, dan belum memiliki media promosi seperti <em>banner</em>. Sementara di sisi lingkungan masih terbatasnya tempat sampah dan minimnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan UMKM melalui pembuatan <em>banner</em> dan pendampingan penggunaan QRIS, serta meningkatkan kepedulian lingkungan melalui pembuatan tempat sampah daur ulang, edukasi pengelolaan sampah, dan kegiatan kerja bakti. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan warga setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman bagi pelaku UMKM terhadap pentingnya media promosi dan transaksi digital, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini memberikan dampak positif dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta menjadi langkah awal dalam mendukung kemandirian dan keberlanjutan masyarakat.</p>Zahra Clarita PurwiantiMuhammad Ridho Al-GhifariRenny Dwi AmellyaIsti’ Anatus SabillahJelita PermataMerlina MerlinaNasywah Sabina BelvaSyalma Awalya PutriTommy ArliandoZahratul AzizahYoga Rarasto PutraWidi Hastomo
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-12611910.53299/bajpm.v6i1.3050Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Mewujudkan Sekolah Sehat dan Berkarakter pada Siswa Kelas IV SDI Andi Tonro Makassar
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3245
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan sosial dan pendidikan di lingkungan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan tersebut ialah program sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan bagi siswa kelas IV SDI Andi Tonro Makassar. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat program sekolah sehat serta menanamkan kebiasaan hidup bersih dan berkarakter positif sejak usia sekolah dasar. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi praktik mencuci tangan menggunakan standar enam langkah WHO, simulasi edukatif dengan media boneka tangan, serta pembagian paket perlengkapan kebersihan sebagai stimulus penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pelaksanaan, siswa menunjukkan respons dan keterlibatan yang sangat baik, tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi, praktik mencuci tangan, dan pemahaman yang meningkat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih. Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi PHBS memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat siswa serta mendukung terciptanya budaya sekolah sehat dan berkarakter.</p>Suardi SuardiTri Gustaf SaidFifi ArfianiAqilah SalsabilaNasrullah NasrullahMuslim MuslimRachmat Alim TaqwaFaisal Rifki
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-1261102010.53299/bajpm.v6i1.3245Pendampingan Kader Posyandu dalam Analisis Kebutuhan dan Penyusunan Perencanaan Program Pelita Kemuning di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3299
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi kader selama ini adalah rendahnya keterampilan dalam melakukan pengukuran, pencatatan, serta interpretasi hasil antropometri, sehingga diperlukan pendampingan teknis yang lebih terstruktur. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam penggunaan media edukasi gizi melalui penyusunan dan pemanfaatan buku saku panduan antropometri. Mitra dalam kegiatan ini adalah 15 kader posyandu aktif dengan total sasaran sekitar 30 balita binaan yang rutin memanfaatkan layanan posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi wawancara mendalam dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) dengan pendekatan USG (<em>Urgency, Seriousness, Growth</em>) untuk mengidentifikasi prioritas masalah, dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan intensif terkait penggunaan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu memahami dan menggunakan buku saku sebagai panduan edukasi gizi maupun sebagai acuan standar dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Selain itu, masyarakat memberikan respons positif karena buku saku dinilai membantu penyampaian informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Rencana tindak lanjut yang disusun meliputi revisi dan pencetakan ulang buku saku oleh kader, pelatihan lanjutan bagi kader baru maupun yang membutuhkan penguatan kompetensi, serta evaluasi dampak program setelah enam bulan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.</p>Dea Aurela HerawanAlyssa Putri AnwarTheresa Rebecca PapuSiti Fadilah HarunAlfina Dwi AnggrainiFazira Shinaia RamadhantyaMohammad FikriAgustin Putri RahayuAlma Feriyanti Nur RohmahLies PermanaAnnisa Nurrachmawati
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-1261213610.53299/bajpm.v6i1.3299Edukasi Kesehatan melalui Pemberdayaan Dokter Kecil untuk Meningkatkan Kebiasaan Cuci Tangan di Sekolah
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3475
<p>Kesehatan peserta didik merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran. Salah satu perilaku dasar yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Observasi awal di SDN 9 Nagrikaler menunjukkan rendahnya kesadaran siswa dalam melakukan cuci tangan secara tepat, seperti tidak menggunakan sabun dan tidak mengikuti langkah kesehatan yang dianjurkan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya keluhan kesehatan serta menurunnya kehadiran siswa. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program edukasi kesehatan melalui pemberdayaan Dokter Kecil sebagai tutor sebaya (<em>peer teaching</em>). Metode ini melibatkan pelatihan, pembekalan materi, praktik sosialisasi, serta pendampingan oleh mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait praktik cuci tangan yang benar. Siswa mulai konsisten mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Dokter Kecil efektif berperan sebagai agen perubahan, terlihat dari meningkatnya kemandirian siswa dalam saling mengingatkan pentingnya mencuci tangan. Dukungan sekolah, penyediaan sarana seperti sabun dan poster, serta pemantauan lanjutan memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, penerapan metode peer teaching terbukti efektif dalam membangun budaya hidup bersih di sekolah serta berkontribusi pada pencapaian tujuan SDGs poin 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan.</p>Riana TryzulhijahSinta Putri Nur AzizahHisny FajrussalamTristia Layla IndirianiAjeng Putri MaharaniAulia Pebriyanti RahayuSiti RobiahSyaira Maulida
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-1261374710.53299/bajpm.v6i1.3475Pendampingan Guru dalam Pemanfaatan Big Data untuk Optimalisasi Asesmen Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Sleman
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3493
<p>Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi pengelolaan data asesmen yang masih bersifat manual, belum terintegrasinya sistem asesmen pembelajaran, serta keterbatasan pemahaman guru dalam memanfaatkan data asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola asesmen pembelajaran berbasis data melalui pendampingan pemanfaatan big data sebagai bagian dari penguatan manajemen pendidikan modern. Kegiatan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sleman dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan In–On–In, yang meliputi pelatihan awal, pendampingan praktik, serta penguatan dan refleksi. Intervensi dilakukan melalui pelatihan konsep asesmen berbasis data dan pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, serta pengembangan dan uji coba Sistem Informasi Manajemen Data Asesmen (SIMDA Sekolah) dan Learning Management System (LMS) berbasis asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan asesmen berbasis data, yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil pre–post test serta kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis data. Seluruh peserta berhasil menyusun RPP berbasis pembelajaran mendalam dan melakukan simulasi pemanfaatan sistem asesmen digital. Selain itu, pengembangan awal SIMDA Sekolah dan LMS berbasis asesmen memberikan dasar bagi sekolah dalam mengelola data pembelajaran secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi guru dan kesiapan sekolah dalam mengadopsi manajemen pembelajaran berbasis data. Pendampingan pemanfaatan big data terbukti relevan dan aplikatif untuk mendukung optimalisasi asesmen pembelajaran serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah mitra.</p>Endang Sri Budi HerawatiPriadi SuryaZaenal Mustofa
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-1261486010.53299/bajpm.v6i1.3493Penguatan Pembelajaran Bermakna Siswa Sekolah Dasar melalui Kuliah Umum Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3313
<p>Artikel ini mengkaji penguatan pembelajaran bermakna bagi siswa sekolah dasar melalui kuliah umum bertema <em>Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal</em> yang diselenggarakan Program Studi PGSD Universitas Nggusuwaru pada 11 September 2025. Kegiatan melibatkan 153 peserta yang terdiri atas mahasiswa PGSD, mahasiswa lintas prodi, dan masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test lisan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep deep learning dan relevansinya dengan kearifan lokal dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, terutama terkait cara mengintegrasikan nilai budaya dalam proses belajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, kontekstual, dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat wawasan pedagogis calon guru serta mendukung praktik pendidikan dasar berbasis budaya lokal.</p>Ida MawaddahSudarsono SudarsonoBurhanuddin BurhanuddinArsad Arsad
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-1661616810.53299/bajpm.v6i1.3313Penerapan Media Visual untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Autis di SLB Autis Bina Anggita
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3627
<p>Siswa yang memiliki <em>Autism Spectrum Disorder</em> (ASD) mengalami kesulitan dalam kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, yang mengakibatkan adanya kesulitan dalam memahami pesan, memberikan respon yang sesuai dan berinteraksi secara timbal balik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan ASD memerlukan perhatian khusus agar dapat berkomunikasi dengan efektif. Salah satu alternatif yang dapat mendukung pembelajaran adalah media visual yang dapat mendukung siswa dengan gangguan ASD dalam memahami perintah dan meningkatkan komunikasi. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan media visual yang terdiri dari kartu bergambar dan Lembar Kerja Identifikasi Visual (LKIV) sebagai salah satu metode untuk meningkatkan komunikasi interpersonal pada dua siswa autis di SLB Autis Bina Anggita. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pendampingan siswa dalam belajar menggunakan media visual. Selain itu, observasi dan penguatan juga dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam kemampuan komunikasi interpersonal dengan penerapan media visual pada siswa autis di SLB Autis Bina Anggita. Hal tersebut tampak dengan meningkatnya kemampuan mengenai gambar (komunikasi reseptif), mengucapkan kata (komunikasi ekspresif), serta memberikan tanggapan sosial yang sederhana. Oleh karena itu, media visual terbukti dapat mendukung siswa dengan ASD dalam memahami informasi dan mengekspresikan keinginan mereka lebih akurat.</p>Amalia Fadilah RahmahKhairunisa SalsabilaElsa AmaliawatiUzlifatul JannahNur Fitriyani Hardi
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-1661698210.53299/bajpm.v6i1.3627Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Soal HOTS dengan Memanfaatkan Artificial Intelegence
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3761
<p>Pemberian soal/penugasan kepada siswa menjadi salah satu kegiatan dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dari proses pembelajaran yang dilaksanakan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan dan wawancara dengan kepala sekolah di SDK Santo Redemtus Pamekasan diperoleh informasi bahwa pelatihan dan pendampingan penyusunan Soal HOTS dengan memanfaatkan <em>Artifiacial Intelegence</em> (AI) sangat dibutuhkan. Hal ini yang mendasari tim pengabdian Universitas Madura mengadakan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan AI dalam penyusunan soal HOTS. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengalaman kepada guru dalam memanfaatkan AI dalam penyusunan soal HOTS. Adapun peserta pada kegiatan ini adalah seluruh guru yang ada di SDK Santo Redemtus Pamekasan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pada tahap pelatihan, tim melakukan menyampaikan materi awal terkait dengan taksonomi bloom pada ranah kognitif khususnya pada berpikir tingkat tinggi, setelah guru memiliki satu pemahaman yang sama kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan AI dalam hal ini chat GPT melalui penyampaian terkait konsep pembuatan prompt yang tepat. Pada tahap pendampingan tim mendampingi peserta membuat soal HOTS dengan memanfaatkan Chat GPT. Sedangkan pada tahap evaluasi tim melakukan evaluasi terhadap rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dengan mengisi google form. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sejak tanggal 27 November 2025 hingga 29 November 2025. Hasil dari kegiatan ini diperoleh luaran berbentuk soal HOTS yang dibuat oleh semua peserta pelatihan dengan menggunakan Prompt yang tepat.</p>Rohmah IndahwatiNilam RamadhaniEvha Nazalatulus Sa’diyah SyHasan BasriMohamad Nor AlifilardyRendy Febrian AlannuriNaufalia Wardani Rahman
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-182026-01-1861839210.53299/bajpm.v6i1.3761Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Acne Vulgaris melalui Edukasi di SMAN 13 Bandung
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3517
<p><em>Acne vulgaris</em> merupakan masalah kesehatan kulit yang prevalensinya tinggi pada kelompok remaja dan berpotensi menimbulkan dampak fisik serta psikososial. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan <em>acne vulgaris</em> menjadi salah satu penyebab masih tingginya praktik perawatan kulit yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah menengah atas mengenai <em>acne vulgaris</em> melalui pendidikan kesehatan terstruktur. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain <em>one-group</em> <em>pre-test post-test</em>. Kegiatan dilaksanakan pada 25 siswa kelas XII SMAN 13 Bandung. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan berbasis ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, serta demonstrasi praktik kebersihan kulit. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah kegiatan edukasi, ditandai dengan peningkatan proporsi peserta pada kategori pengetahuan baik serta hilangnya kategori pengetahuan buruk dan kurang. Seluruh indikator pengetahuan mengalami peningkatan. Pendidikan kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait <em>acne vulgaris</em>.</p>Muhammad Deri RamadhanSulis OveliyaSyapta Nanda Erika ZaelaniNidzar ErniansyahSalma SabilaSheila Nurul AnisaSalwa Nur SalsabilaAdelia Puteri RamadhaniRani HardiantiTalitha Nur AsyifaSifa Aulia Wendari
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-212026-01-21619310210.53299/bajpm.v6i1.3517Pendampingan Anti-Bullying di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Klepek sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan dan Membentuk Pesantren Ramah Anak
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3737
<p><em>Bullying </em>masih menjadi permasalahan serius di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren yang memiliki sistem kehidupan berasrama dan relasi senioritas yang kuat. Budaya senioritas yang tidak dikelola secara bijak berpotensi melahirkan praktik perundungan yang dinormalisasi sebagai bagian dari tradisi pendisiplinan santri. Berdasarkan observasi awal di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Klepek, Sukosewu, ditemukan praktik <em>bullying </em>verbal berupa ejekan dan julukan merendahkan, <em>bullying </em>sosial berupa pengucilan, serta perilaku senioritas kepada santri junior. Kondisi tersebut berdampak pada tekanan psikologis santri dan menghambat terwujudnya lingkungan pesantren ramah anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah praktik <em>bullying </em>serta membangun kesadaran dan empati santri melalui program pendampingan anti-<em>bullying</em>. Pendampingan dilaksanakan pada 2 November 2025 dengan melibatkan 25 santri tingkat SMP menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em>. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, serta penggunaan media PowerPoint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep, bentuk, dan dampak bullying. Santri mampu mengidentifikasi perilaku perundungan di lingkungan pesantren serta berpartisipasi aktif dalam merumuskan upaya pencegahan. Pendampingan ini berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran, empati, dan sikap preventif santri terhadap praktik <em>bullying </em>di pesantren.</p>Anida Ulya SilvinaEko Arief CahyonoMutiah MutiahHakim Mustofa HabibullahMohammad RosidinAhmad Misbakhul Khoir
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-212026-01-216110311110.53299/bajpm.v6i1.3737Edukasi Kesehatan Lingkungan melalui Metode Learning by Doing pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Bucor Kulon
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3578
<p>Permasalahan kesehatan lingkungan masih umum dijumpai di lingkungan sekolah dasar, khususnya terkait rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam praktik nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan pelaksanaan edukasi kesehatan lingkungan melalui metode <em>learning by doing </em>pada siswa SDN 1 Bucor Kulon. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif dengan tiga tahapan utama, yaitu tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pemantapan. Tahap pra-pelaksanaan dilakukan melalui observasi kondisi lingkungan sekolah dan perilaku siswa. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi edukasi yang disertai praktik langsung menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Tahap evaluasi dan pemantapan dilakukan melalui pengamatan perubahan sikap dan tindakan siswa serta pemberian <em>reward </em>sebagai bentuk penguatan sosial perilaku positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, partisipasi aktif, serta tindakan positif siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dengan demikian, metode <em>learning by doing</em> dinilai efektif dan relevan sebagai pendekatan edukasi kesehatan lingkungan di sekolah serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan.</p>Yunika Setiya PradanaSiti Azizah
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-242026-01-246111212210.53299/bajpm.v6i1.3578Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3853
<p>Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.</p>Arif BudiwibowoArif Munandar
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-242026-01-246112313010.53299/bajpm.v6i1.3853Makassar Goes to School: Penguatan Literasi Lingkungan Melalui Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Wilayah Kelurahan Paropo
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3684
<p>Permasalahan sampah perkotaan masih menjadi tantangan lingkungan yang kompleks, terutama akibat rendahnya praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga erat dengan tingkat literasi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, namun edukasi yang diberikan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang aplikatif. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak program <em>Makassar Goes to School</em> dalam memperkuat literasi lingkungan peserta didik melalui edukasi pemilahan sampah di sekolah wilayah Kelurahan Paropo. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Universitas Bosowa Angkatan 59 dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif <strong>dalam proses edukasi</strong>. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif mengenai jenis dan dampak sampah, pengenalan prinsip <em>reduce, reuse, recycle</em> (3R), praktik langsung pemilahan sampah, serta pengenalan konsep bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi dan refleksi selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dini, serta kesadaran awal mengenai tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Pendekatan partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif dan mempermudah internalisasi nilai-nilai peduli lingkungan. Program ini juga memperluas cara pandang siswa terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang berpotensi memiliki nilai guna dan ekonomi. Secara keseluruhan, <em>Makassar Goes to School</em> berkontribusi positif dalam penguatan literasi lingkungan berbasis sekolah dan menunjukkan potensi untuk direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pengelolaan sampah perkotaan.</p>Rampeng RampengMuhammad BakriRestu Januarty HamidAndi Tenri AbengSyaila Nur AmaliyahAreski Wahid
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-262026-01-266113114210.53299/bajpm.v6i1.3684Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3238
<p>Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan <em>social mapping</em> menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. <em>Stakeholder</em> <em>mapping</em> juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.</p>Hazizah Tausia AbdaniaPutri Fauziah WulandariRangga Aditya PratamaYerita AdelliaAnisatia SaputriSyifa’ul Alif MutawakkiliinLies PermanaAnnisa NurrachmawatiMohammad FikriNur RohmahAgustin Putri Rahayu
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-262026-01-266114315610.53299/bajpm.v6i1.3238Pembinaan Pengetahuan Berorganisasi Remaja Masjid untuk Meningkatkan Jiwa Sosial Kemasyarakatan melalui Seminar Pendidikan di Desa Slarang Kecamatan Kesugihan Cilacap
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3670
<p>Remaja masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius sekaligus peduli terhadap kehidupan sosial di sekitarnya. Namun, masih banyak remaja masjid yang kurang memiliki pemahaman dan keterampilan dalam berorganisasi sehingga partisipasi sosial mereka belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis berbagai upaya yang diterapkan, mengidentifikasi strategi yang digunakan, mengukur hasil yang diperoleh dari pembinaan pengetahuan berorganisasi remaja masjid dalam upaya meningkatkan jiwa sosial kemasyarakatan melalui seminar pendidikan di Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Metode pengabdian yang diterapkan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta simulasi kegiatan organisasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja masjid terhadap konsep dasar organisasi, kepemimpinan, dan peran sosial dalam masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta semangat kolaboratif dalam menggerakkan kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan mereka. Kesimpulan dalam pengabdian ini bahwa pembinaan remaja masjid melalui seminar pendidikan berhasil meningkatkan pengetahuan berorganisasi, kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Slarang.</p>Alvan HazhariWiji AstutiIstijabah Qurniatun
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-262026-01-266115717110.53299/bajpm.v6i1.3670Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Implementasi Teba Modern sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik di Kelurahan Paropo, Kota Makassar
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3687
<p>Permasalahan sampah organik di kawasan perkotaan masih menjadi isu lingkungan yang kompleks dan berkelanjutan, terutama akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta keterbatasan ruang pengolahan sampah di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan pengelolaan sampah yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan melalui implementasi Teba Modern sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan di Jalan Amkop, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif-partisipatif, dengan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pengelolaan sampah organik, pembangunan fisik Teba Modern secara gotong royong, serta pendampingan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah organik serta meningkatnya partisipasi warga dalam memanfaatkan Teba Modern sebagai sarana pengolahan sampah lingkungan. Sebanyak 20 rumah tangga di sekitar lokasi mulai menggunakan fasilitas tersebut secara rutin. Selain berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah, Teba Modern juga berperan sebagai media edukasi lingkungan berbasis ruang publik yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun pelaksanaan kegiatan menghadapi keterbatasan waktu dan variasi tingkat partisipasi warga, pengabdian ini memberikan pembelajaran penting mengenai pentingnya pendekatan kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan model pengelolaan sampah organik yang aplikatif, partisipatif, dan berpotensi direplikasi di lingkungan perkotaan dengan karakteristik serupa.</p>Restu Januarty HamidSyahril IdrisMarini Ambo WellangSri Khaerani
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-262026-01-266117218410.53299/bajpm.v6i1.3687Implementasi Program Satu Minggu Satu Adab dalam Pembentukan Karakter Siswa pada Kegiatan Asistensi Mengajar di SMK Negeri 6 Konawe
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3388
<p>Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program “Satu Minggu Satu Adab” dalam pembentukan karakter siswa melalui kegiatan asistensi mengajar di SMK Negeri 6 Konawe. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi partisipatif yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program dilaksanakan secara rutin setiap pagi setelah apel selama kurang lebih 20 menit dengan kegiatan pembiasaan adab yang disampaikan secara tematis mingguan, pendampingan praktik, serta penguatan nilai melalui keteladanan mahasiswa dan guru pamong. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif dibandingkan sebelum program dilaksanakan, terutama pada aspek sopan santun, kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, dan kualitas interaksi sosial. Meskipun perubahan karakter yang muncul masih memerlukan pendampingan dan penguatan berkelanjutan, program ini menunjukkan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Program “Satu Minggu Satu Adab” menjadi salah satu bentuk praktik pembiasaan karakter yang aplikatif dalam kegiatan asistensi mengajar.</p>Khoirul AbidinYumi KauliaElsa FitrianingsiMuh. Yusrifal RidwanNovi RamadaniUmar SalimZila Razilu
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-292026-01-296118519710.53299/bajpm.v6i1.3388Implementasi Keterampilan Berbahasa dan Ragam Sastra dalam Penggunaan Metode VA (Virtual Augmented) di Sekolah Dasar
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3694
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah dasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan di SDI Minasa Upa dengan tujuan memperkenalkan penggunaan teknologi <em>Virtual Augmented</em> (VA) sebagai inovasi pembelajaran interaktif yang memadukan dunia nyata dan dunia virtual. Melalui teknologi VA, siswa dapat memvisualisasikan objek 3D, teks, dan audio dalam pembelajaran keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta dalam apresiasi ragam sastra seperti puisi dan cerita rakyat. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kepada guru, demonstrasi langsung penggunaan aplikasi <em>Assemblr Edu</em>, dan pendampingan pembelajaran berbasis VA di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar, kreativitas, serta keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Guru menunjukkan peningkatan pemahaman dalam integrasi teknologi VA sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, keterampilan berbahasa, serta apresiasi sastra siswa di era pendidikan digital.</p>Tasrif AkibSri RahayuHasni HasniRezki Auliyah SyukriHikmawati HikmawatiRieka Kartika Aulia Rakhmat
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-292026-01-296119820810.53299/bajpm.v6i1.3694Psikoedukasi Konsep Diri untuk Generasi Alfa di Kota Kendari: Upaya Penguatan Identitas Dalam Era Digital
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3805
<p>Generasi Alfa, yang rentang usianya ditentukan antara tahun 2010 hingga 2025, merupakan kelompok demografis pertama yang sejak kelahirannya telah terbenam sepenuhnya dalam lingkungan digital. Paparan yang konstan dan intensif terhadap teknologi ini secara alamiah memunculkan pertanyaan mendasar mengenai implikasinya terhadap kematangan psikologis individu, terutama dalam proses konstruksi identitas diri yang sehat. Dalam rangka menguatkan konsep diri pada Generasi Alfa di wilayah Kota Kendari, sebuah program pengabdian masyarakat diselenggarakan dengan fokus pada psikoedukasi yang relevan dengan era digital. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup empat institusi pendidikan menengah pertama yang menjadi mitra, yaitu SMP Negeri 4 Kendari, SMP Negeri 9 Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, dan MTs Negeri 1 Kendari, dengan partisipasi total 100 siswa sebagai peserta. Pendekatan metodologis yang diterapkan meliputi sesi diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta aktivitas refleksi diri. Evaluasi terhadap efektivitas program dilakukan melalui pengisian lembar refleksi dan forum diskusi yang terbatas. Hasil evaluasi secara signifikan menunjukkan adanya peningkatan kapabilitas pemahaman peserta terkait konsep diri, meningkatnya kesadaran mereka mengenai efek dari media digital, serta terbentuknya komitmen kuat untuk membangun citra diri yang positif di ranah virtual.</p>Dodi Priyatmo SilondaeWa Ode Lili Andriani NasriWa Ode Saktila MayangsariMinarti UsmanOrdiman LasaimaHamdiansah HamdiansahMuh. FadhillahAspin AspinArni Nur Laila
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-292026-01-296120921910.53299/bajpm.v6i1.3805Penguatan Literasi Matematika Berbasis Permainan Tradisional Cenge-Cenge
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3712
<p>Matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian besar anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan motivasi belajar. Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada anak-anak putus sekolah, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran formal, sehingga kemampuan literasi, khususnya literasi matematika, cenderung rendah. Rendahnya literasi matematika berimplikasi pada kesulitan anak dalam memahami dan memecahkan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penguatan literasi melalui pemanfaatan permainan tradisional, salah satunya permainan <em>Cenge-cenge</em>. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok anak-anak putus sekolah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan motivasi belajar anak terhadap matematika serta mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pendampingan, eksplorasi konsep matematika sederhana, serta pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dalam permainan Cenge-cenge. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi aktif anak, serta pemahaman konsep matematika dasar, sehingga anak mulai menyadari bahwa matematika memiliki manfaat nyata dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.</p>Ida Kurnia WaliyantiAhmad AfandiNurma AngkotasanHasriani IshakSoleman SaidiArdiana Ardiana
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-306123024010.53299/bajpm.v6i1.3712Penguatan Kompetensi Guru LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Quran) dengan Metode Yanbu’a di Kecamatan Kesugihan Cilacap
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3732
<p>Peningkatan kompetensi guru Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) menjadi kebutuhan mendesak dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan keagamaan nonformal. Hasil identifikasi awal di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap menunjukkan bahwa sebagian guru LPQ belum menerapkan metode <em>Yanbu’a</em> secara optimal, khususnya pada aspek tahapan pembelajaran dan konsistensi penerapan tajwid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru LPQ melalui pelatihan, praktik mengajar, dan pendampingan langsung dalam penerapan metode <em>Yanbu’a</em>. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan focus group discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan klasikal untuk penguatan pemahaman konsep, pendampingan praktik mengajar, serta evaluasi melalui observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prinsip dan tahapan metode <em>Yanbu’a</em>, meningkatnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran Al-Qur’an, serta bertambahnya kepercayaan diri guru dalam mengajar. Pendampingan langsung juga memberikan ruang refleksi bagi guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara berkelanjutan. Dampak kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kualitas proses pembelajaran Al-Qur’an di LPQ serta tumbuhnya komitmen guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional melalui pembinaan berkelanjutan.</p>Abdullah RidloAhmad MundzirMuhammad Aditya Luthfi Khusen
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-306124125110.53299/bajpm.v6i1.3732Optimalisasi Pengelolaan Limbah Kulit Buah Menjadi Pupuk Kompos Sederhana di Sentra UMKM Jus Buah Segar
http://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/ba-jpm/article/view/3845
<p>Limbah kulit buah yang dihasilkan setiap hari umumnya belum dikelola secara optimal dan masih diperlakukan sebagai sisa produksi yang dibuang, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan serta meningkatkan biaya operasional usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan limbah kulit buah di sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jus buah segar melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek manajemen dan teknis. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan secara partisipatif dan aplikatif, meliputi identifikasi jenis dan volume limbah dominan, penguatan pemahaman manajemen limbah berbasis ekonomi sirkular dan prinsip 3R, pelatihan teknik komposting sederhana menggunakan metode yang sesuai untuk skala UMKM, serta pendampingan pemanfaatan hasil komposting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola limbah kulit buah menjadi pupuk kompos sederhana, serta perubahan sikap mitra dalam memandang limbah sebagai sumber daya yang bernilai. Selain itu, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana mendukung keberlanjutan praktik pengomposan sebagai bagian dari strategi manajemen limbah UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah organik yang aplikatif dan berkelanjutan bagi sentra UMKM jus buah segar.</p>Silfia SilfiaM Reza AlfikriDian Arsita FitriAyu Putri AnaEster Juliana SitohangKhitara Aldilla Chandra
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-302026-01-306125226010.53299/bajpm.v6i1.3845