Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima
DOI:
https://doi.org/10.53299/bajpm.v6i1.3853Keywords:
tumbuh kembang anak, stimulasi dini, deteksi dini, intervensi dini, anak prasekolahAbstract
Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.
References
American Academy of Pediatrics. (2021). Developmental surveillance and screening of infants and young children. Pediatrics, 148(3), e2021052138. https://doi.org/10.1542/peds.2021-052138
Black, M. M., Walker, S. P., Fernald, L. C. H., Andersen, C. T., DiGirolamo, A. M., Lu, C., … Grantham-McGregor, S. (2017). Early childhood development coming of age: Science through the life course. The Lancet, 389(10064), 77–90. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)31389-7
Bronfenbrenner, U., & Morris, P. A. (2006). The bioecological model of human development. In Handbook of child psychology (6th ed.). New York: Wiley.
Delfina, R., Handayani, S., & Putri, A. R. (2025). Strengthening early childhood development programs through integrated SDIDTK implementation. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 20(1), 45–54.
Desmita. (2020). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Direktorat Kesehatan Keluarga. (2022). Petunjuk teknis pelaksanaan SDIDTK. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Guralnick, M. J. (2018). Early intervention for children with intellectual disabilities: Current knowledge and future prospects. Journal of Applied Research in Intellectual Disabilities, 31(1), 3–17. https://doi.org/10.1111/jar.12380
Hurlock, E. B. (2019). Child development (7th ed.). New York: McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Khadijah, K., Rahmawati, D., & Sari, M. P. (2025). Deteksi dini perkembangan motorik dan bahasa anak usia prasekolah. Jurnal Keperawatan Anak, 8(2), 101–109.
Khodijah, S., Anwar, A., & Prasetyo, B. (2025). Pengaruh stimulasi terstruktur terhadap perkembangan motorik halus dan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 15–26.
Morrison, G. S. (2021). Early childhood education today (14th ed.). New York: Pearson Education.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2020). Experience human development (14th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Squires, J., Bricker, D., & Twombly, E. (2022). Ages & Stages Questionnaires® (ASQ-3™): A parent-completed child monitoring system (3rd ed.). Baltimore: Paul H. Brookes Publishing Co.
Sulistyowati, E., & Kayati, N. (2023). Pemantauan pertumbuhan anak prasekolah melalui pemeriksaan antropometri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(2), 89–97.
UNICEF. (2021). Early childhood development: The key to a full and productive life. New York: UNICEF.
Walker, S. P., Chang, S. M., Vera-Hernández, M., & Grantham-McGregor, S. (2019). Early childhood stimulation benefits adult competence and reduces violent behavior. Pediatrics, 127(5), 849–857. https://doi.org/10.1542/peds.2010-2231
World Health Organization. (2020). Improving early childhood development: WHO guideline. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Nurturing care for early childhood development: Global framework. Geneva: World Health Organization.
Yuliani, N., & Handayani, R. (2024). Peran orang tua dan guru dalam optimalisasi tumbuh kembang anak usia prasekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 12(1), 33–41.
Zubaidi, A., & Lestari, S. (2023). Implementasi program SDIDTK di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2), 112–120.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










