Peningkatan Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Berbasis Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i1.3915Keywords:
balita sakit, kader posyandu, manajemen terpadu, posyanduAbstract
Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan strategi komprehensif yang dikembangkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita melalui penilaian terpadu, klasifikasi kasus, serta tata laksana awal yang tepat. Namun, penerapannya di tingkat komunitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas kader dan rendahnya pemahaman ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat di Desa Penapali melalui pelatihan kader, edukasi ibu balita, simulasi penilaian balita sakit, dan pendampingan posyandu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan tahapan persiapan, pelatihan, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 15 kader posyandu dan 30 ibu balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader, ditandai dengan peningkatan nilai pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 serta kemampuan penilaian balita sakit yang mencapai 90% ketepatan. Pengetahuan ibu balita juga meningkat dari 48% menjadi 82%, khususnya terkait pengenalan tanda bahaya dan perawatan awal di rumah. Pendampingan posyandu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, cakupan kunjungan balita, dan ketepatan rujukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat secara terstruktur mampu memperkuat kapasitas kader dan ibu balita serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di tingkat komunitas.
References
Amalia, D. O., & Hadi, E. N. (2023). Determinants of integrated management of childhood illness (IMCI) implementation in primary health care. BKM Public Health and Community Medicine, 39(2), 123–132.
Arifiyanti, D., Rodja, S., & Dodo, D. O. (2023). Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(3), 57–68.
Astuti, R., & Handayani, S. (2022). Pemberdayaan keluarga dalam penerapan manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 89–98.
Bryce, J., Victora, C. G., & Habicht, J. P. (2022). Programmatic pathways to child survival: Revisiting integrated management of childhood illness. The Lancet Child & Adolescent Health, 6(5), 325–333.
Faisal, F., Rahman, A., & Nurhayati, N. (2021). Community-based integrated management of childhood illness to improve early detection of childhood illness. BMC Public Health, 21, 1875.
Haq, Z., Hafeez, A., & Khan, A. J. (2020). Effect of training and supervision on quality of integrated management of childhood illness implementation in primary health care. BMC Health Services Research, 1(20), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12913-020-05223-7
Horwood, C., Haskins, L., Mapumulo, S., Connolly, C., Luthuli, S., Jensen, C., & Pansegrouw, D. (2024). Electronic Integrated Management of Childhood Illness ( eIMCI ): a randomized controlled trial to evaluate an electronic clinical decision ‑ making support system for management of sick children in primary health care facilities in South Africa. BMC Health Services Research, 6, 1–12. https://doi.org/10.1186/s12913-024-10547-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman manajemen terpadu balita sakit. In Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Kemenkes RI.
Nguyen, D. T., Leung, K. K., & Tran, H. T. (2021). Challenges in integrated management of childhood illness implementation in low-resource settings. International Journal of Health Planning and Management, 36(4), 1245–1257.
Pinto, J., & Puspitasari, Y. (2024). Family Participation in The Integrated Management of Childhood Illness Implementation Process : Systematic Literature Review.
Pinto, J., Puspitasari, Y., Periostiwati, Y., Boavida, C., Pinto, A., & Menezes, E. (2024). Impact to Integrated Management of Childhood Illness ( IMCI ) Implementation in Developing Countries : A Literature Review. 14(5), 36–49. https://doi.org/10.9734/AJPR/2024/v14i5345
Pinto, J., Puspitasari, Y., Wahyuningsih, S., & Peristiowati, Y. (2025). Impact Health Promotion Strategy and Role Local Wisdom in the Implementation of Integrated Management of Childhood Illnesses ( IMCI ): A Systematic Review. 11(22).
Rahmawati, R., Suryani, D., & Pratama, A. (2021). Evaluasi pelaksanaan manajemen terpadu balita sakit di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 15(2), 101–110.
Safriana, S. (2024). Factors Influencing Officer Compliance in the Implementation of Integrated Management of Childhood Illness ( IMCI ) at Community Health Center in Banda Aceh City. 3(11), 290–307.
Salah, N., Batool, M., Afzal, A., & Ashiq, U. (2024). Capacity Building Training Interventions and Lady Health Worker ’ s Outcomes : Evidence from district Lahore , Pakistan. 7(2), 313–319.
Siddiqui, J., Veesar, M. A., Manzoor, K., Imran, I., Saeed, A., Mahar, F., Shaikh, S. A., Dehraj, Z. A., Habib, A., Abbas, G., Rab, S. A., & Igharo, V. (2025). Effects of the Challenge Initiative ’ s Community Health Volunteers ( CHVs ) on Public Sector Service Provision of Family Planning Services in Urban Sindh , Pakistan. 1–14.
Tshivhase, L. (2025). Exploring Community Roles in Managing Childhood Illnesses in Vhembe District , Limpopo : Perspectives from Nurses and Caregivers. 1–16.
WHO, & UNICEF. (2021). Integrated management of childhood illness. In Global progress report.
World Health Organization. (2019). Integrated management of childhood illness. In Chart booklet.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











