Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk Meningkatkan Ketahanan Digital Berbasis Lintas Budaya Era Pasca-Digital di Istanbul Sabahattin Zaim University-Turkey
DOI:
https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i2.4185Keywords:
Ketahanan digital, komunikasi Islam, strategi linguistik, lintas budaya, pengabdian masyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan digital mahasiswa melalui pendampingan strategi linguistik dalam komunikasi Islam berbasis pemahaman lintas budaya di era pasca-digital. Kegiatan dilaksanakan di Istanbul Sabahattin Zaim University-Turkeye, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui workshop, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait komunikasi digital yang inklusif, kemampuan menyaring informasi, serta penggunaan bahasa yang adaptif dalam konteks lintas budaya. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya komunikasi Islam yang moderat dan kontekstual di ruang digital global. Kegiatan ini diharapkan menjadi model penguatan kapasitas komunikasi digital berbasis nilai keislaman yang adaptif di era pasca-digital.
References
Barendregt, B. (2012). Sonic discourses on Muslim Malay modernity: The Arqam sound. Contemporary Islam, 6(3), 315–340. https://doi.org/10.1007/s11562-012-0221-z
Baulch, E. (2018). Hijabers on instagram: Using visual social media to construct the ideal muslim woman. Social Media and Society, 4(4), 1–15. https://doi.org/10.1177/20563051188003
Brigden, N., and Mainwaring, Ċ. (2017). http://eprints.gla.ac.uk/140024/. Published in Geopolitics 21, 21(April), 407–434.
E-sor, A., Abuzar, M., Ahmed, E., Uddin, S., & Khondoker, A. (2025). Islamic Communication in the 21st Century : Principles , Methods , Practices , Digital Transformation and Contemporary Applications. Bulletin of Islamic Research, 3(4), 571–594.
Hefner, C. M. (2016). Model-Model Prestasi: Perempuan Muslim dan Otoritas Agama di Madrasah Modernis di Indonesia. Asian Studies Review, 40(4), 564–582. https://doi.org/10.1080/10357823.2016.1229266
Hidayat, D., Gustini, L. K., & Dias, M. P. (2020). Digital Media Relations Pendekatan Public Relations dalam Menyosialisasikan Social Distancing di Kota Bandung. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 257. https://doi.org/10.31315/jik.v18i3.3575
Kent, M. L., & Saffer, A. J. (2014). A Delphi study of the future of new technology research in public relations. Public Relations Review, 40(3), 568–576. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2014.02.008
Livingstone, S. (2014). Annual research review: Harms experienced by child users of online and mobile technologies: The nature, prevalence and management of sexual and aggressive risks in the digital age. In Journal of Child Psychology and Psychiatry and Allied Disciplines (Vol. 55, Issue 6, pp. 635–654). https://doi.org/10.1111/jcpp.12197
Müller, D. M. (2015). ISLAMIC POLITICS AND POPULAR CULTURE IN MALAYSIA: Negotiating normative change between shariah law and electric guitars: COMMENDATION 2014 YOUNG SCHOLARS COMPETITION. Indonesia and the Malay World, 43(127), 318–344. https://doi.org/10.1080/13639811.2014.930993
Seminar, P. I. (2026). DIGITAL RESILIENCE IN ISLAMIC COMMUNICATION : LINGUISTIC STRATEGIES FOR CROSS-CULTURAL UNDERSTANDING IN THE POST-DIGITAL ERA. 7(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











