Efektivitas Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Gerakan Terapi Wicara Peduli Lingkungan Sekitar dalam Peningkatan Pemahaman Permasalahan Bahasa pada Anak Balita

Authors

  • Wiwik Setyaningsih Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Dian Atnantomi Wiliyanto Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Arif Siswanto Jurusan Terapi Wicara, Poltekkes Kemenkes Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i3.5466

Keywords:

anak balita, bahasa, GetwLis, terapi wicara

Abstract

Pemahaman orang tua tentang permasalahan bahasa pada anak balita di tingkat kelurahan masih sangat rendah. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader PKK dan Posyandu di Desa Joho dalam mengatasi masalah bahasa dan bicara pada balita. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk memperoleh data kuantitatif guna mengetahui peningkatan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam mengatasi masalah bahasa dan bicara pada balita, dengan sasaran kader PKK dan Posyandu di lingkungan Desa Joho Mojolaban sebanyak 60 kader. Program Pemberdayaan Masyarakat berbasis Gerakan Terapi Wicara Peduli Lingkungan Sekitar (GetwLis) di Wilayah Kelurahan Joho, Mojolaban, dilaksanakan dalam tiga tahapan dan diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan mitra. Terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader PKK dan Posyandu di Desa Joho tentang permasalahan bahasa pada anak, berdasarkan skor pretest dan posttest. Tahap evaluasi meliputi substansi materi yang diberikan kepada kader PKK dan Posyandu Desa Joho, apakah mudah dipahami atau tidak, serta apakah dapat menimbulkan pemahaman tentang permasalahan bahasa dan metode terapi di lingkungan keluarga. Pada pengabdian selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk dapat diterapkan dalam program di daerah lain untuk melakukan peningkatan program peningkatan pemahaman permasalahan bahasa pada anak balita bagi kader PKK dan Posyandu.

References

Al-Beltagi M. (2026). Enigma of autism regression: mechanistic pathways, clinical phenotypes, and early intervention implications. World Journal of Clinical Pediatrics, 15(2): 118495 [PMID: 42220948 DOI: 10.5409/wjcp.v15.i2.118495]

Al-Lahham, S., Dweikat, R., Nazzal, T., Abo Shama, N., Bishara, A., Khaskia, N., Jbara, M., Haj Yahia, A., Ghanim, M., Dwikat, M., Abuawad, M., Alkhaldi, S., Hamdan, A., Abdel Jalil, W., El-Lahham, L., Rabayaa, M., & Alqub, M. (2026). Children with speech and language delay aged 2-10 Years in Palestine: A case-control study of socio-demographic, biological, familial, and environmental factors. SAGE Open Medicine, 14, 20503121261459505. https://doi.org/10.1177/20503121261459505

Badan Pusat Statistik. (2023). Kecamatan Mojolaban dalam angka 2023. BPS Kabupaten Sukoharjo.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Feldman H. M. (2019). How young children learn language and speech. Pediatrics in review, 40(8), 398–411. https://doi.org/10.1542/pir.2017-0325

Mansur, A. R. (2020). Tumbuh kembang anak usia prasekolah. Andalas University Press.

Miyati, D. S., Rasamani, U. E. E., & Fitrianingtyas. (2021). Pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap pola asuh anak. Jurnal Kumara Cendekia, 9(3), 137–147.

Mouzaki, A., Desylla, V., Ralli, A. M., & Vlassopoulos, M. (2026). Bridging the gap between language and literacy: Evidence from interventions in young greek-speaking children with developmental language disorder. Behavioral Sciences (Basel, Switzerland), 16(5), 809. https://doi.org/10.3390/bs16050809

Nurhalida, Marisa, L., & Maulidia, R. (2022). Stimulasi berhubungan dengan perkembangan balita usia 3–5 tahun. Professional Health Journal, 3(2), 185–191.

Nurafwani, D., Lestari, I. M., Pawestri, P. M., Plilasari, N. A., Putri, D. A., & Widiastuti, A. (2022). Karakteristik ibu terhadap stimulasi perkembangan anak prasekolah umur 4–6 tahun. Jurnal Sains Kebidanan, 4(1), 35–46.

Pinstock, E., & Schramm, S. A. (2026). Early screening for developmental language disorder: Predictive validity of German parent reports. International journal of language & communication disorders, 61(5), e70303. https://doi.org/10.1111/1460-6984.70303

Prastiwi, M. H. (2019). Pertumbuhan dan perkembangan anak usia 3–6 tahun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 242–249.

Safruddin, S. N. A. (2022). Hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan balita usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Muka tahun 2021. Dohara Publisher Open Access Journal, 1(10), 20–32.

Wiliyanto, D., & Husadani, R. (2023). Pemetaan jumlah kasus speech delay di sekolah dasar negeri inklusif Kota Surakarta: Studi kasus. Journal on Education, 6(1), 9916–9923.

Yusuf, M., Sugini, Salim, A., & Rejeki, D. S. (2018). Pendidikan inklusif dan perlindungan anak. PT Tiga Serangkai.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Setyaningsih, W., Wiliyanto, D. A., & Siswanto, A. (2026). Efektivitas Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Gerakan Terapi Wicara Peduli Lingkungan Sekitar dalam Peningkatan Pemahaman Permasalahan Bahasa pada Anak Balita. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 1989–1997. https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i3.5466