Rekonstruksi Nilai Karakter Tokoh dalam Fiksi Sejarah Majapahit dan Relevansinya pada Peserta Didik Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.53299/diksi.v7i1.3735Keywords:
Rekonstruksi, Nilai-nilai Karakter, Fiksi Sejarah, Kerajaan Majapahit, PendidikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonsiliasi serta analisis karakter tokoh dalam karya fiksi sejarah yang berlatar Kerajaan Majapahit dan mengkaji relevansinya dalam konteks pendidikan peserta didik pada masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks terhadap karya fiksi sejarah Majapahit, didukung oleh kajian literatur yang relevan mengenai pendidikan karakter dan historiografi sastra. Analisis dilakukan dengan menelaah penggambaran tokoh, konflik, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam fiksi sejarah Majapahit merepresentasikan berbagai nilai karakter utama, antara lain kepemimpinan yang visioner, ketahanan dalam menghadapi tantangan, kesetiaan terhadap nilai dan komitmen, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan pendidikan karakter saat ini, khususnya dalam membentuk peserta didik yang berintegritas, tangguh, dan berkepribadian luhur. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa fiksi sejarah dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran alternatif yang kontekstual dan bermakna. Pendidik dapat menggunakan fiksi sejarah Majapahit sebagai media untuk menanamkan nilai karakter sekaligus memperkaya pemahaman peserta didik terhadap sejarah dan budaya Nusantara. Pembelajaran tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan reflektif.
References
Abdul Majid. (2015). Pendidikan karakter: Konsep, strategi, dan implementasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Ardy, N. (2013). Pendidikan karakter: Konsep, implementasi, dan evaluasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Banks, J. A. (2008). Diversity, group identity, and citizenship education in a global age. Educational Researcher, 37(3), 129–139. https://doi.org/10.3102/0013189X08317501
Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). New York, NY: Routledge.
Barnawi. (2012). Konsep pendidikan karakter: Sebuah tinjauan multidimensional. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), 20–31. https://doi.org/10.21831/jpk.v2i1.1450
Bayuadhy, G. (2013). Ranggalawe: Mendung di langit Majapahit. Yogyakarta: Diva Press.
Bayuadhy, G. (2023). Ranggalawe: Mendung di langit Majapahit (Cetakan terbaru). Yogyakarta: Diva Press.
Bennett, W. L. (2012). The personalization of politics: Political identity, social media, and changing patterns of participation. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 644(1), 20–39. https://doi.org/10.1177/0002716212451428
Damon, W. (2004). What is positive youth development? The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 13–24. https://doi.org/10.1177/0002716203260092
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. New York, NY: W. W. Norton & Company.
Fakhrunnisa, M., Nurjanah, C., & Hanah, A. (2023). Nilai karakter pada cerita pendek “Malaikat Juga Tahu” karya Dewi Lestari. Literature Research Journal, 1(1), 114–125. https://doi.org/10.51817/lrj.v1i1.379
Giddens, A. (2001). Sociology (4th ed.). Cambridge: Polity Press.
Goleman, D. (1998). Working with emotional intelligence. New York, NY: Bantam Books.
Hanah. (2023). Analisis nilai karakter pada cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Tohari: Pendekatan sosiologi sastra.
Kanzunnudin, M. (2023). Nilai karakter cerita legenda Desa Bandungharjo Jepara. Indonesian Language Education and Literature, 8(2), 376–389. https://doi.org/10.24235/ileal.v8i2.11310
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter: Konsep dan pedoman pelaksanaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2011). Panduan pelaksanaan pendidikan karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Khan, S., Paath, R., & Roty, V. (2021). Analisis nilai moral dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer dan implikasinya pada pembelajaran sastra. KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni, 1(9), 780–785.
Kurniasih, N. (2020). Nilai lingkungan dalam kumpulan cerpen Pilanggur Salusin Kisdap Banjar karya Hatmiati Masy’ud. UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra, 16(2), 297–310. https://doi.org/10.26499/und.v16i2.2761
Kurniawan, H. (2013). Sastra anak: Dalam kajian strukturalisme, sosiologi, semiotika, hingga penulisan kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.
Lickona, T. (2012). Character education in the age of digital culture. Journal of Research in Character Education, 8(1), 1–10.
Lubis, F. W., & Tansliova, L. (2018). Analisis nilai-nilai karakter bangsa pada novel Amelia karya Tere Liye. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 15(2), 6–11. https://doi.org/10.37755/jsbi.v15i2.51
Masten, A. S. (2014). Ordinary magic: Resilience in development. New York, NY: Guilford Press.
Maulana, I., & Suryana, Y. (2021). Analisis nilai moral dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Aksentuasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 83–96.
Muplihun, E. (2016). Nilai moral dalam dwilogi novel Saman dan Larung karya Ayu Utami. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(2), 58–64. https://doi.org/10.26737/jp-bsi.v1i2.91
Mutaqin, M. Z. (2022). Konsep sabar dalam belajar dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Journal of Islamic Education: The Teacher of Civilization, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.30984/jpai.v3i1.1853
Naim, M. N. (2012). Pendidikan karakter: Strategi membentuk anak bangsa yang berkarakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Naim, N. (2012). Pendidikan karakter: Solusi dilema pendidikan. Bandung: Refika Aditama.
Noor Yanti. (2016). Pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Bandung: Alfabeta.
Northouse, P. G. (2019). Leadership: Theory and practice (8th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nurgiyantoro, B. (2010). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
OECD. (2018). The future of education and skills: Education 2030. Paris: OECD Publishing.
Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York, NY: Oxford University Press.
Ratna, N. K. (2014). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santrock, J. W. (2011). Adolescence (13th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Soedjito, J. (2010). Pendidikan karakter: Pengembangan dan penerapannya di sekolah. Yogyakarta: Kanisius.
Solichin, N. (2015). Membentuk karakter bangsa melalui pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sudrajat, A. (2011). Mengapa pendidikan karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 47–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumardjo, J. D. (2008). Pendidikan nilai karakter: Konsep, model, dan implementasi di sekolah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Wibowo, A. (2012). Pendidikan karakter: Strategi membangun karakter bangsa berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yulianto, A., Nuryati, I., & Mufti, A. (2020). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 1(1), 110–124. https://doi.org/10.22515/tabasa.v1i1.2596
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










