Ideologi Visual Wayang Orang sebagai Media Pendidikan Budaya Visual

Authors

  • Suparti Suparti Universitas Negeri Semarang
  • Malarsih Malarsih Universitas Negeri Semarang
  • Sucipto Hadi Purnomo Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.53299/diksi.v7i1.3752

Keywords:

ideologi visual, wayang orang, budaya visual, seni pertunjukan tradisional, desain komunikasi visual

Abstract

Wayang Orang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai ideologis dan pandangan hidup masyarakat Jawa. Pertunjukan ini menampilkan sistem visual yang kompleks melalui rias, busana, warna, gerak, dan tata panggung yang memiliki makna simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ideologi visual dalam pertunjukan Wayang Orang menggunakan perspektif Desain Komunikasi Visual sebagai pendekatan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis visual deskriptif interpretatif terhadap unsur-unsur visual dalam pertunjukan Wayang Orang. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur visual tersebut membentuk sistem komunikasi visual tradisional yang merepresentasikan nilai moral, etika, serta struktur sosial budaya Jawa. Perspektif Desain Komunikasi Visual membantu mengungkap cara pesan ideologis dikonstruksi dan dikomunikasikan secara visual kepada penonton. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi seni pertunjukan dan budaya visual dalam ranah Ilmu Budaya.

References

Barnard, M. (2013). Graphic design as communication.

Creswell, J. W. (2014). Reseach Design: Pendekatan, Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka pelajar.

Dai, H. (2024). Body Language and Emotional Transmission in Dance Movies. Studies in Art and Architecture, 3(3), 65–69. https://doi.org/10.56397/saa.2024.09.12

Domiszewska, M. (2023). The role of colour in visual communication. Iris Journal of Economics & Business Management, 1(3), 2–3.

Dukut, E. M. (2020). Peran generasi Muda dalam Merevitalisasi Sopan Santun Jawa melalui e-Book. In Kebudayaan, Ideologi, Revitalisasi, dan Digitalisasi Seni Pertunjukkan Jawa dalam Gawai (Vol. 8441555, Issue 024).

Faurizkha, S., & Cahyono, A. (2025). Respon Generasi Z terhadap Pertunjukan Wayang Orang: Sebuah Kajian Systematic Review atas Preferensi Budaya di Era Digital. Jurnal Ilmiah Seni Dan Pendidikan Seni, 1(1), 37–52. https://doi.org/10.70078/arted.v1i1.70

Hall, S. (1997). El trabajo de la representación. London, Sage Publications, 1, 13–74.

Hidajat, R. (2025). Sembilan Fungsi Pendidikan Seni Tari dalm Membangun Karakter dan Kreativitas Siswa di Abad 21. Nusa Creative Media (MNC Publishing).

Hidayat, A. A., Supendi, U., Wahyuni, S. S., & Maulana, R. F. (2025). The Wayang as a Cultural Performance: Preserving Javanese Heritage in the Modern Era. International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences, 3(5), 357–370. https://doi.org/10.59890/ijarss.v3i5.32

Kurniawan, N. (2020). MN Pengantar studi desain: menerapkan pendekatan kritis dalam pendidikan seni & desain (komunikasi visual).

Ma’ruf, A., Komariah, S., & Wildan, D. (2020). Pertunjukan Wayang sebagai Rekonstruksi Nilai Tuntunan dan Tontonan dalam Pembelajaran Sosiologi. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(1), 754–764.

Mulya, F. A., & Fauziah, I. (2024). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pagelaran Wayang Kulit. Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya., 8(1), 56–69.

Pangestu, M. E., Murtono, T., & Kurniawan, R. A. (2024). Javanese wayang system of signs in batik logo and its role in creating visual brand identity. Jurnal Pengkajian & Penciptaan Seni Dewa Ruci, 19(1), 37–49. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v19i1.5914

Riana, I., & Syah Putra, Y. (2024). An Analysis of Aesthetic Communication on Wayang Tavip’s Performance to Influence Public Understanding. Jomantara: Indonesian Journal of Art and Culture, 4(Vol. 4 No. 2 July 2024), 165–176. https://doi.org/10.23969/jijac.v4i2.15321

Rohmawati, L. (2024). MAKNA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAM AKUN INSTAGRAM @JARINGANGUSDURIAN (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE). UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri. Purwokerto.

Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia: membaca makna perkembangan gaya visual karya desain di Indonesia abad ke-20.

Soedarsono, R. M. (1997). Wayang Wong: Drama Tari Ritual Kenegaraan di Keraton Yogyakarta.

Taiman, T., Sunendar, D., Sumiyadi, S., & Permadi, T. (2023). Kajian Seni Pertunjukan Wayang Wong Cirebon Lakon Sumantri Ngenger Dalam Nilai Pendidikan Melalui Pembelajaran Sastra. Jurnal Ekonomi Teknologi Dan Bisnis (JETBIS), 2(1), 185–191. https://doi.org/10.57185/jetbis.v2i1.28

Tanudjaja, B. B. (2022). Punakawan sebagai Subculture dalam Cerita Wayang Mahabaratha. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, 22(1), 52–67. https://doi.org/10.9744/nirmana.22.1.52-67

Vera, J. B., I Gede, Adi Sudi Anggara Andita, Wibyasti Sari Putri Ajeng, Tita Negoro Mohammad, A. K., & Sari Wulandari, R. Eka Rizkiantono, Endri Sintiana Murni, Riri Irma Suryani, I. M. M. Y. (2025). Buku Ajar Pengantar Desain Komunikasi Visual : Teori dan Praktik. PT. Green Pustaka Indonesia.

Wibawa, A. B. (2024). Analyzing the Evolution of Indonesian Wayang Puppetry and Its Fusion with Modern Theater and Performance Arts. Studies in Art and Architecture, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.56397/saa.2024.03.01

Yesica,G, E. (2018). Inovasi Budaya Visual Indonesia Beridentitas Pada Era Globalisasi. Konvergensi Keilmuan Seni Rupa Dan Desain Era 4.0, 174–179.

Downloads

Published

15-02-2026

How to Cite

Suparti, S., Malarsih, M., & Purnomo, S. H. (2026). Ideologi Visual Wayang Orang sebagai Media Pendidikan Budaya Visual. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 7(1), 144–155. https://doi.org/10.53299/diksi.v7i1.3752