Faktor Penyebab Kurangnya Minat Belajar pada Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 25 Dompu

Authors

  • Lita Sasmita STKIP Yapis Dompu
  • Fifi Fitriana Sari STKIP Yapis Dompu
  • Mahdin Mahdin STKIP Yapis Dompu
  • Hidayat Hidayat STKIP Yapis Dompu
  • Angga Putra STKIP Yapis Dompu

DOI:

https://doi.org/10.53299/diksi.v7i3.5201

Keywords:

Minat Belajar, Pembelajaran IPS, Siswa Sekolah Dasar

Abstract

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini Adalah kurangnya minat belajar siswa terhadap mata Pelajaran IPS. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ditingkat sekolah dasar biasanya diperhadapkan dengan tantangan rendahnya keterlibatan siswa yang diakibatkan dari pola pikir bahwa materi yang padat dan bersifat hafalan sehingga membuat siswa merasa sangat bosan dan tidak minat untuk mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat belajar pada siswa kelas VI pada mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan 1 orang guru mata Pelajaran IPS dan 5 orang siswa kelas VI sebagai informan utama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kurangnya minat belajar IPS terbagi menjadi dua faktor. Pertama faktor internal, meliputi stigma negatif siswa terhadap pembelajaran IPS, rendahnya konsentrasi belajar dan kurangnya motivasi belajar dari dalam diri siswa. Kedua, faktor eksternal yaitu berasal dari cara guru yang masih menggunakan metode konvensional, pengaruh lingkungan sebaya dan kurangnya media visual dan digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran interaktif berbasis media visual atau digital dalam meningkatkan minat belajar IPS siswa sekolah dasar.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Ayunda, T., & Siregar, Z. (2025). Faktor Kesulitan Belajar Dan Minat Belajar Pada Mata Pelajaran Ips Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smpn 1 Hinai. Jurnal Berbasis Sosial, 6(1), 11–20.

Dwilestari, N. P., & Putra, N. (2012). Penelitian Kualitatif PAUD. Jakarta: Raja F Grafindo Persada.

Falabiba, N. E. (2019). Pembelajaran IPS terhadap prestasi belajar. Jkti, 6(2), 84–191.

Fauziah, A., Rosnaningsih, A., & Azhar, S. (2017). Hubungan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa kelas IV SDN Poris Gaga 05 kota Tangerang. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Ahmad Dahlan, 4(2), 47–53.

Fernando, Y., Andriani, P., & Syam, H. (2024). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(3), 61–68.

Indra, I. (2017). Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar PAI Siswa SMP Negeri 2 Banda Aceh. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan (FPTK) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam–Banda Aceh.

Islamiah, I. D. (2019). Pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika di SMKN 1 Cihampelas. Journal on Education, 1(2), 451–457.

Nashrullah, N. (2022). Pembelajaran IPS: Teori dan praktik. CV El Publisher.

Rahman, S. (2022). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.

Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar.

Soraida, S., & Setyorini, D. (2018). Pengaruh minat belajar dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar. Kajian Pendidikan Akuntansi Indonesia, 7(3), 2–14.

Subagyo, A., Ip, S., Kristian, I., Ip, S., & Kom, S. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV. Aksara Global Akademia.

Yestiani, D. K., & Zahwa, N. (2020). Peran guru dalam pembelajaran pada siswa sekolah dasar. Fondatia, 4(1), 41–47.

Downloads

Published

26-07-2026

How to Cite

Sasmita, L., Sari, F. F., Mahdin, M., Hidayat, H., & Putra, A. (2026). Faktor Penyebab Kurangnya Minat Belajar pada Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 25 Dompu. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 7(3), 791–797. https://doi.org/10.53299/diksi.v7i3.5201