Pelaksanaan Pembelajaran Orientasi dan Mobilitas melalui Teknik Pendamping Awas pada Anak Tunanetra Kelas II di SLBN Taruna Mandiri Kuningan dan di SLB-A Beringin Bhakti Kabupaten Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.53299/jppi.v6i2.2636Keywords:
Anak Tunanetra, Orientasi dan Mobilitas, Pendamping AwasAbstract
Pembelajaran orientasi dan mobilitas (OM) bagi anak tunanetra memegang peranan penting dalam mendukung kemandirian gerak dan navigasi mereka di lingkungan sekitar. Salah satu teknik yang digunakan dalam pembelajaran OM adalah teknik pendamping awas, yang mencakup delapan aspek dasar seperti pegangan, posisi berjalan, serta navigasi melalui ruang sempit, tangga, dan pintu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran OM melalui teknik pendamping awas pada siswa tunanetra kelas 2 SDLB. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pende katan antara dua sekolah, di mana satu sekolah menggunakan tongkat sebagai alat bantu sedangkan sekolah lainnya tidak. Tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran ini mencakup perbedaan tingkat kemampuan siswa dalam hal pemahaman, motorik, dan keberanian, serta kondisi lingkungan fisik yang kurang mendukung seperti jalan tidak rata dan suasana yang bising. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan adaptasi seperti menyediakan jalur mobilitas yang aman, penambahan penanda pendukung, serta pengaturan waktu latihan. Rekomendasi pentingnya adaptasi strategi OM sesuai karakteristik siswa dan lingkungan, serta peran krusial dukungan eksternal dalam mencapai kemandirian tunanetra.
References
Hartati, S. (2023). Strategi Adaptif Guru dalam Pembelajaran Mobilitas Anak Tunanetra di SDLB. Jurnal Pendidikan Khusus Nusantara, 11(1), 23–30.
Hidayat, S., & Suwandi, S. (2013). Orientasi dan mobilitas tunanetra. CV. Wacana Prima.
Irawan, I. (2015). Implementasi Pendidikan Bagi Siswa Tunanetra Di Sekolah Dasar Inklusi. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 4.
Muthmainnah, R. N. (2015). Pemahaman siswa tunanetra (buta total sejak lahir dan sejak waktu tertentu) terhadap bangun datar segitiga. Fibonacci: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 1(1), 15–27.
Rahmah, N., & Sari, D. (2021). Kendala Guru dalam Pembelajaran Mobilitas untuk Anak Tunanetra. Jurnal Ilmu Pendidikan Khusus, 8(2), 112–119.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alphabet.
Suhendar, U. (2021). Implementasi Sighted Guide Technique dalam Pelatihan Mobilitas untuk Siswa Tunanetra. Jurnal Inklusi Pendidikan, 9(2), 45–52.
Yana, A. (2023). Peran Guru dalam Pembelajaran Orientasi dan Mobilitas pada Anak Tunanetra: Studi Kasus di SLB. Jurnal Pendidikan Khusus.
Yulianti, R., & Ramdani, F. (2022). Faktor Lingkungan dalam Pembelajaran Orientasi pada Anak Tunanetra. Jurnal Pendidikan Adaptif, 7(1), 21–30.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











