Relevansi Karya Sastra Klasik Indonesia dalam Konteks Pembelajaran Kesusastraan Kontemporer

Authors

  • Dini Nuranjani Universitas Cipasung
  • Risa Miladiyati Universitas Cipasung

DOI:

https://doi.org/10.53299/jppi.v6i1.3868

Keywords:

sastra klasik Indonesia, pembelajaran kesusastraan, relevansi, kontekstualisasi, pembelajaran kontemporer

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi karya sastra klasik Indonesia dalam pembelajaran kesusastraan kontemporer dan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap relevansi materi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian melibatkan 10 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Cipasung Tasikmalaya, yang mengambil mata kuliah Pengantar Kajian Kesusastraan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panduan 12 pertanyaan semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis tematik yang memperhatikan persepsi, pengalaman, dan makna yang dikonstruksi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) meskipun awalnya mahasiswa memandang sastra klasik sebagai materi kuno, mereka mengakui adanya nilai-nilai universal yang masih relevan dengan kehidupan kontemporer, seperti pencarian identitas, keadilan sosial, kemanusiaan, dan pentingnya pendidikan; (2) pembelajaran yang menghubungkan sastra klasik dengan konteks sosial-budaya-historis dapat mengubah persepsi mahasiswa; (3) strategi pembelajaran yang efektif mencakup kontekstualisasi, pembelajaran berbasis diskusi, penggunaan adaptasi modern, dan penghubungan dengan pengalaman pribadi. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum dengan pendekatan kontekstualisasi, pengembangan materi pembelajaran yang kaya konteks, pelatihan dosen dalam strategi pembelajaran kontekstual, dan penyediaan akses yang lebih baik ke teks sastra klasik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa relevansi sastra klasik bukan ditentukan oleh usia karya tetapi oleh bagaimana pembelajaran dirancang dan dilaksanakan oleh pengajar.

References

American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (4th ed.). Arlington, VA: Author.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. New York: Longman.

Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. London: Routledge.

Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230.

Damono, S. D. (2012). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: Pusat Bahasa, Kemendiknas.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service (CAPS).

Farida, I., & Djuwanda, D. (2020). Pembelajaran sastra dengan pendekatan kontekstual dan sosiologi sastra. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 145–158.

Ferris, D. R., & Hedgcock, J. S. (2005). Teaching ESL composition: Purpose, process, and practice. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of qualitative research (pp. 105–117). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Jonassen, D. H., Howland, J., Marra, R. M., & Crismond, D. (2008). Meaningful learning with technology (3rd ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills, CA: Sage Publications.

Mezirow, J. (1997). Transformative learning: Theory to practice. New Directions for Adult and Continuing Education, 74, 5–12.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Oyserman, D., & Destin, M. (2010). Identity-based motivation: Changing life trajectories through academic engagement. In H. Marsh, R. G. Craven, & D. M. McInerney (Eds.), New directions for positive psychology and education: International perspectives. North Melbourne, VIC: IAP.

Pradopo, R. J. (2009). Pengkajian puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.

Purves, A. C. (1973). Literature education in ten countries: An empirical study. New York: John Wiley & Sons.

Rosenblatt, L. M. (2005). Making meaning with texts: Selected essays. Portsmouth, NH: Heinemann.

Sani, R. A. (2013). Pembelajaran saintifik untuk implementasi kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Sumarjo, J., & Saini, K. M. (2017). Apresiasi kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In S. Worchel & W. G. Austin (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33–47). Monterey, CA: Brooks/Cole.

Tyler, R. W. (1949). Basic principles of curriculum and instruction. Chicago: University of Chicago Press.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Widdowson, H. G. (1979). Teaching language as communication. Oxford: Oxford University Press.

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Nuranjani, D., & Miladiyati, R. (2026). Relevansi Karya Sastra Klasik Indonesia dalam Konteks Pembelajaran Kesusastraan Kontemporer. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 6(1), 522–539. https://doi.org/10.53299/jppi.v6i1.3868