Manajemen Program Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.53299/jppi.v6i1.3992Keywords:
manajemen pendidikan, ekstrakurikuler keagamaan, karakter religius, fungsi manajemen, sekolah dasarAbstract
Penguatan karakter religius siswa sekolah dasar menjadi tantangan penting di tengah melemahnya internalisasi nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dipandang sebagai salah satu strategi yang relevan, namun pengelolaannya seringkali belum dilakukan secara sistematis dan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen program ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan karakter religius siswa di SDN Salem dan SDN 1 Parakansalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah dan guru pembina ekstrakurikuler keagamaan di kedua sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program ekstrakurikuler keagamaan telah dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan program disusun berdasarkan kebutuhan siswa dan visi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas antara kepala sekolah dan guru pembina. Pelaksanaan program dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan dan keteladanan, seperti kegiatan tadarus dan salat berjamaah, yang berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan dan sikap religius siswa. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan refleksi berkala, meskipun belum menggunakan indikator yang terstandar secara kuantitatif. Secara keseluruhan, integrasi fungsi manajemen dalam pengelolaan ekstrakurikuler keagamaan berperan penting dalam pembentukan karakter religius siswa, namun memerlukan penguatan sistem evaluasi dan standarisasi prosedur untuk meningkatkan efektivitas program secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator karakter religius yang terukur, menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-method, serta menguji efektivitas model manajemen pada konteks sekolah yang lebih beragam.
References
Adrias, A., & Ruswandi, A. (2025). Desain penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method. Rajawali Pers.
Andayani, W. D. (2025). The effectiveness of religious extracurricular programs in shaping students’ character. Journal of Science and Education (JSE), 6(1.1), 1–12.
Annur, P. A., Susanti, E., & Gera, I. G. (2023). Urgensi pendidikan moral sekolah dasar dalam membentuk karakter religius di era digital menurut Henry Alexis Rudolf Tilaar. Jurnal Edukasi, 1(3), 271–287.
Bush, T. (2020). Theories of educational leadership and management (5th ed.). Sage Publications.
Claudia, C. (2014). The role of extracurricular activities and their impact on learning process. Annals of the University of Oradea, Economic Science Series, 23(1).
Creswell, J. W. (2019). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darling-Hammond, L. (2017). Teacher education around the world: What can we learn from international practice? European Journal of Teacher Education, 40(3), 291–309.
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.
Díez, F., Villa, A., López, A. L., & Iraurgi, I. (2020). Impact of quality management systems in the performance of educational centers: Educational policies and management processes. Heliyon, 6(4).
Kuswaeri, I. (2017). Kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 2(02), 1–13.
Lathifah, Z. K., & Rusli, R. K. (2019). Pembiasaan spiritual untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta didik. Tadbir Muwahhid, 3(1), 14–26.
Latifah, P., Haryati, T., & Wiyono, N. (2024). Aspek dinamika manajemen mutu dalam konteks pendidikan. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(2), 107–114.
Lickona, T. (2012). Educating for character. Bantam Books.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyasa, H. E., & Aryani, W. D. (2017). Developing religious culture in school. International Journal of Scientific & Technology Research, 6(07), 263–266.
Nufa, N. F. (2025). Integration of students’ character education through extracurricular programs: A systematic review. Journal of Blended and Technical Education, 1(2), 145–157.
Nugraha, M. S. (2026). Enhancing students’ religious character through strategic planning of extracurricular activities. Journal of Educational Management Research, 5(1), 532–544.
Nurfalah, Y. (2016). Urgensi nilai-nilai pendidikan karakter. Jurnal Pemikiran Keislaman, 27(1), 170–187. https://doi.org/10.33367/tribakti.v27i1.264
Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Rahayu, A. P., & Dong, Y. (2023). The relationship of extracurricular activities with students’ character education and influencing factors: A systematic literature review. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 15(1), 459–474.
Rojaki, M., Fitria, H., & Martha, A. (2021). Manajemen kerja sama sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6337–6349.
Ruswandi, A., Firdaus, M. A., Ruswandi, R., & Supriatna, A. (2023). Integration of character education with Islamic religious education subjects based on school culture. Jurnal At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2).
Saepuloh, U., Mulyana, Y., & Firdaus, M. A. (2023). Penguatan pendidikan karakter religius melalui program cendikia karakter di SMP IT Cendikia Qurani Arjasari Bandung. Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 118–136.
Shenton, A. K. (2004). Strategies for ensuring trustworthiness in qualitative research projects. Education for Information, 22(2), 63–75.
Shodiq, M., & Kuswanto, K. (2024). Strategi pembentukan karakter religius siswa melalui pendidikan berbasis keteladanan dan pembiasaan. Arsy, 8(2), 134–146.
Solihin, I., Hasanah, A., & Fajrussalam, H. (2020). Core ethical values of character education based on Islamic values in Islamic boarding schools. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion, 3(2), 21–33.
Sallis, E. (2015). Total quality management in education (3rd ed.). Routledge.
Tashakkori, A., & Creswell, J. W. (2007). The new era of mixed methods. Journal of Mixed Methods Research, 1(1), 3–7. https://doi.org/10.1177/2345678906293042
Terry, G. R. (1958). Principles of management. Alexander Hamilton Institute.
Terry, G. R. (2019). Azas-azas manajemen. Alumni.
Tisdell, E. J., Merriam, S. B., & Stuckey-Peyrot, H. L. (2025). Qualitative research: A guide to design and implementation. John Wiley & Sons.
Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan kepala sekolah: Tinjauan teoretik dan permasalahannya. Rajawali Pers.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. Sage Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











