Pengembangan Bahan Ajar melalui Pendekatan Etnomatematika pada Vihara Avalokitesvara untuk Meningkatkan Penanaman Karakter Toleransi pada Siswa SD

Authors

  • Fetty Nuritasari Universitas Madura
  • Sri Indriati Hasanah Universitas Madura
  • Sri Harini Universitas Madura
  • Bambang Kurnadi Universitas Madura
  • Anni Herawati Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.53299/diksi.v7i2.4553

Keywords:

bahan ajar, etnomatematika, vihara Avalokitesvara, karakter toleransi, siswa SD

Abstract

Rendahnya relevansi bahan ajar matematika dengan konteks budaya lokal dan melemahnya karakter toleransi pada peserta didik merupakan dua persoalan mendesak dalam dunia pendidikan dasar di Indonesia. Bahan ajar yang digunakan selama ini cenderung bersifat umum dan terlepas dari lingkungan budaya siswa, sehingga pembelajaran matematika terasa abstrak dan tidak bermakna. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk mengembangkan bahan ajar yang mampu mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan nilai-nilai toleransi secara kontekstual dan bermakna melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis pendekatan etnomatematika pada Vihara Avalokitesvara yang valid dan praktis untuk meningkatkan penanaman karakter toleransi pada siswa Sekolah Dasar (SD). Keunikan penelitian ini dibandingkan penelitian sebelumnya terletak pada penggunaan Vihara Avalokitesvara tempat ibadah umat Buddha sebagai konteks utama pembelajaran matematika di sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam. Subjek penelitian adalah satu orang guru dan siswa kelas 4 SDN Polagan 1 Galis, Pamekasan. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D (Four D model) dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan: penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan (develop). Produk yang dihasilkan berupa RPP, buku siswa, dan lembar kerja siswa. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan rata-rata validasi ahli sebesar 88,5% serta memenuhi kriteria praktis dengan persentase kepraktisan 93,75% dari guru dan 89,06% dari siswa, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika berbasis budaya lokal di Sekolah Dasar.

References

Aini, Z., Afifah, N., Muslim, I., & Hasanah, S. I. (2019). Etnomatematika: Eksplorasi budaya kerabhen sape Madura. Jurnal Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 3(2), 177–183.

Allport, G. W. (1954). The Nature of Prejudice.

Ausubel. (1963). The Psychology Of Meaningfull Verbal Learnng.

Banks, J. A. (2004). Multicultural Education Historical Development, Dimensions, and Practice.

Bishop, A. J. (1988). The Interactions of Mathematics Education with Culture. SAGE Publications, 1(2), 145–157. https://doi.org/10.1177/092137408800100202

D’ambrosio, U. (2007). Ethnomathematics: Perspectives. North American Study Group on Ethnomathematics News, 2, 2–3. http://icme11.org/node/16.

Hafsi, A. R., & Hasanah, S. I. (2018). Kajian etnomatematika pada rumah adat Taneyan Lanjeng. Prosiding Silogisme: Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun, 191–197.

Hasanah, S. I., Hafsi, A. R., & Zayyadi, M. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Etnomatematika Dalam Membangun Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Dan IPA, 10(2), 183–191. https://doi.org/10.26418/jpmipa.v10i2.29609

Hasanah, S. I., Lanya, H., Tafrilyanto, C. F., & Aini, Z. (2020). Implementation of mathematic values of karapan sapi Madura with STAD learning settings in SDN Pademawu. Pi: Mathematics Education Journal, 3(2), 22–31.

Hasanah, S. I., Zayyadi, M., Tafrilyanto, C. F., & Ningtyas, Y. D. W. K. (2024). Ethnomathematics of Madurese Cultural Characteristics in the Emancipated Curriculum. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(3), 540–548. https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i3.1147

Latipah, H., & Nawawi. (2023). Perilaku Intoleransi Beragama dan Budaya Media Sosial: Tinjauan Bimbingan Literasi Media Digital di Masyarakat. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Dan Konseling Islam, 6(2), 21–42.

Nuritasari, F., Hasanah, S. I., Kurnadi, B., & Sholihah, W. (2025). Kajian etnomatematika pada Vihara Avalokiteswara di Desa Candi Pamekasan untuk meningkatkan jiwa berkebhinekaan global. Pi: Mathematics Education Journal, 8(1), 35–44. https://doi.org/10.21067/pmej.v8i1.11114

Prahmana, R. C. I., & D’Ambrosio, U. (2020). Learning geometry and values from patterns: Ethnomathematics on the batik patterns of yogyakarta, indonesia. Journal on Mathematics Education, 11(3), 439–456. https://doi.org/10.22342/jme.11.3.12949.439-456

Risdiyanti, I., & Prahmana, R. C. I. (2018). Ethnomathematics: Exploration in Javanese culture. Journal of Physics: Conference Series, 943(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/943/1/012032

Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics: the cultural aspects of mathematics Etnomatemática: os aspectos culturais da matemática. Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 4(2), 32–54. http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=274019437002.

Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Indiana University, Bloomington: Center for Innovation in Teaching the Handicapped.

Trianto. (2017). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana Prenanda Grup.

UNESCO. (2009). Investing in cultural diversity and intercultural dialogue: UNESCO world report. UNESCO Publishing.

Zayyadi, M., Hasanah, S. I., & Surahmi, E. (2018). Ethnomatematics exploration in traditional games as a form of student social interaction. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 6(2), 125–132.

Downloads

Published

28-06-2026

How to Cite

Nuritasari, F., Hasanah, S. I., Harini, S., Kurnadi, B., & Herawati, A. (2026). Pengembangan Bahan Ajar melalui Pendekatan Etnomatematika pada Vihara Avalokitesvara untuk Meningkatkan Penanaman Karakter Toleransi pada Siswa SD. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Sosial, 7(2), 519–529. https://doi.org/10.53299/diksi.v7i2.4553